<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>forrest club &#187; indie</title>
	<atom:link href="http://forrestclub.krishnalila.org/?feed=rss2&#038;tag=indie" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://forrestclub.krishnalila.org</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Jan 2016 09:24:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>Indie 101: INDEPENDENT, NOW WHAT?</title>
		<link>http://forrestclub.krishnalila.org/?p=139</link>
		<comments>http://forrestclub.krishnalila.org/?p=139#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 17:51:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[june arya]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[music]]></category>
		<category><![CDATA[indie]]></category>
		<category><![CDATA[talkshow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forrestclub.krishnalila.org/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[INDIE 101: INDEPENDENT, NOW WHAT? Kita semua sudah sering mendengar istilah musik Indie, atau independen. Indie itu cool, asyik. Kita juga sering dengar bahwa musik independen ini akan semakin besar dengan terjadinya perubahan paradigma dalam bisnis musik di tanah air, bahkan di seluruh dunia, yakni semakin menyusutnya peran major label akibat pola bisnis yang semakin tidak sustainable (terima [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: 'Franklin Gothic Medium'; color: #002060;"><img src="http://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;ik=005c913cb7&amp;view=att&amp;th=121685d4db37affc&amp;attid=0.1&amp;disp=emb&amp;zw" alt="Maximumrocknroll.jpg" width="300" height="390" /></span></p>
<p><span style="font-family: 'Franklin Gothic Medium'; color: #002060;">INDIE 101: INDEPENDENT, NOW WHAT?</span></p>
<p><span style="font-family: 'Franklin Gothic Medium'; color: #002060;"><span lang="EN-US">Kita semua sudah sering mendengar istilah musik Indie, atau independen. Indie itu <em>cool</em>, asyik. Kita juga sering dengar bahwa musik independen ini akan semakin besar dengan terjadinya perubahan paradigma dalam bisnis musik di tanah air, bahkan di seluruh dunia, yakni semakin menyusutnya peran <em>major label</em> akibat pola bisnis yang semakin tidak <em>sustainable</em> (terima kasih para pembajak, <em>yay</em>!), dan semakin terbukanya akses ke penggemar dengan berkembangnya teknologi informasi. Tapi apa memang benar demikian?</span></span></p>
<p><span lang="EN-US">Mari kita bicara dan berbagi untuk mencari jawaban atas berbagai pertanyaan yang berseliweran di antara para pelaku musik independen, khususnya yang hidup di Bali. Lokakarya ini menghadirkan beberapa narasumber yang sudah malang melintang di belantara musik indie Indonesia yang akan memberikan petunjuk berharga untuk memuluskan jalan bagi musik indie di Indonesia.</span></p>
<p>Mereka adalah:<br />
<strong>Robin Malau</strong>, pengajar di Universitas Pelita Harapan, dikenal sebagai pentolan Puppen, band legendaris asal Bandung.<br />
<strong>David Karto</strong>, pengelola label demajors, label independen yang kini mulai semakin diperhitungkan.<br />
<strong>David Tarigan</strong>, musisi, produser pada label Aksara, sejarawan musik Indonesia. Tangan emasnya sudah membidani banyak sekali band dan musisi indie.<br />
*David Karto dan David Tarigan, keduanya memperoleh penghargaan khusus dari majalah Rolling Stone atas jasa-jasanya memajukan musik Indonesia*</p>
<p><span lang="EN-US"><span><img src="http://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;ik=005c913cb7&amp;view=att&amp;th=1218f06bc2acf5cc&amp;attid=0.2&amp;disp=emb&amp;zw" alt="AksaraRecords-logo.jpg" width="438" height="102" /><img src="http://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;ik=005c913cb7&amp;view=att&amp;th=1218f06bc2acf5cc&amp;attid=0.3&amp;disp=emb&amp;zw" alt="demajors-logo.jpg" width="198" height="160" /></span><span lang="EN-US"><br />
Mari kita bicara. Mari dobrak pola pikir dan sikap yang menjadi penghadang bagi kelangsungan musik indie di Bali pada khususnya, serta Indonesia pada umumnya. Ayo kuatkan komunitas, karena dari situlah sesungguhnya sumber kekuatan dan inspirasi bagi kita.</span></span></p>
<p><span lang="EN-US">Mari bersulang!</span></p>
<div><span lang="EN-US"></p>
<hr size="2" /></span></div>
<p><strong><span lang="EN-US">INDIE 101: INDEPENDENT, NOW WHAT?<br />
</span></strong><span lang="EN-US">Keynote Speakers: David Karto (demajors Records), David Tarigan (Aksara Records), Robin Malau</span><strong><span lang="EN-US"><br />
</span></strong><span lang="EN-US">Moderator: Rudolf Dethu</span><strong><span lang="EN-US"><br />
</span></strong><span lang="EN-US">Agent Provocateur and/or Devil&#8217;s Advocate: Miki Salman</span><strong><span lang="EN-US"><br />
</span></strong><span lang="EN-US">Hosts: Robi &amp; Dankie Navicula, Wiz Hydrant, Ajie Sinatra, Prima Geekssmile, Sari Nymphea, Dizta Discotion Pill, Ghigox Parau, Rude Boy Dodix, Igo Blado</span><strong><span lang="EN-US"><br />
</span></strong><span lang="EN-US">Venue: Forrest Club at Suicide Glam Clubhouse, Renon, Denpasar</span><strong><span lang="EN-US"><br />
</span></strong><span lang="EN-US">Day/Date/Time: Sunday, 07 June 2009, 5 PM</span><strong><span lang="EN-US"><br />
</span></strong><span lang="EN-US">+ Navicula &amp; Day After the Rain unplugged<br />
&amp; open mic session</span></p>
<p><span lang="EN-US">Note: This is a free event. No cover charge</span></p>
<p><span style="font-family: 'Garamond Premr Pro Smbd'; color: #ff0000; font-size: x-large;"><span><strong><span style="font-weight: 800;"><br />
</span></strong></span></span></p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forrestclub.krishnalila.org/?feed=rss2&#038;p=139</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
