• Kami kembali, dengan kegiatan-kegiatan baru. Tunggu kabarnya segera. We are back. Stay tuned!

0

The Hydrant: Bali Bandidos Video Clip Launching : 4 July’09)

bali-bandidos-video-launching

Posted in music | | No Comments
0

NOSORE : 20 June 2009

Nongkrong Sabtu Sore (Nosore) by Oz Radio & Sampoerna presents:

Tol Band Tol

de Buntu

Kanan Lima

Posted in music | | No Comments
2

Indie 101: INDEPENDENT, NOW WHAT?

Maximumrocknroll.jpg

INDIE 101: INDEPENDENT, NOW WHAT?

Kita semua sudah sering mendengar istilah musik Indie, atau independen. Indie itu cool, asyik. Kita juga sering dengar bahwa musik independen ini akan semakin besar dengan terjadinya perubahan paradigma dalam bisnis musik di tanah air, bahkan di seluruh dunia, yakni semakin menyusutnya peran major label akibat pola bisnis yang semakin tidak sustainable (terima kasih para pembajak, yay!), dan semakin terbukanya akses ke penggemar dengan berkembangnya teknologi informasi. Tapi apa memang benar demikian?

Mari kita bicara dan berbagi untuk mencari jawaban atas berbagai pertanyaan yang berseliweran di antara para pelaku musik independen, khususnya yang hidup di Bali. Lokakarya ini menghadirkan beberapa narasumber yang sudah malang melintang di belantara musik indie Indonesia yang akan memberikan petunjuk berharga untuk memuluskan jalan bagi musik indie di Indonesia.

Mereka adalah:
Robin Malau, pengajar di Universitas Pelita Harapan, dikenal sebagai pentolan Puppen, band legendaris asal Bandung.
David Karto, pengelola label demajors, label independen yang kini mulai semakin diperhitungkan.
David Tarigan, musisi, produser pada label Aksara, sejarawan musik Indonesia. Tangan emasnya sudah membidani banyak sekali band dan musisi indie.
*David Karto dan David Tarigan, keduanya memperoleh penghargaan khusus dari majalah Rolling Stone atas jasa-jasanya memajukan musik Indonesia*

AksaraRecords-logo.jpgdemajors-logo.jpg
Mari kita bicara. Mari dobrak pola pikir dan sikap yang menjadi penghadang bagi kelangsungan musik indie di Bali pada khususnya, serta Indonesia pada umumnya. Ayo kuatkan komunitas, karena dari situlah sesungguhnya sumber kekuatan dan inspirasi bagi kita.

Mari bersulang!


INDIE 101: INDEPENDENT, NOW WHAT?
Keynote Speakers: David Karto (demajors Records), David Tarigan (Aksara Records), Robin Malau
Moderator: Rudolf Dethu
Agent Provocateur and/or Devil’s Advocate: Miki Salman
Hosts: Robi & Dankie Navicula, Wiz Hydrant, Ajie Sinatra, Prima Geekssmile, Sari Nymphea, Dizta Discotion Pill, Ghigox Parau, Rude Boy Dodix, Igo Blado
Venue: Forrest Club at Suicide Glam Clubhouse, Renon, Denpasar
Day/Date/Time: Sunday, 07 June 2009, 5 PM
+ Navicula & Day After the Rain unplugged
& open mic session

Note: This is a free event. No cover charge


Posted in music | Tagged: , , | 2 Comments
0

For Earth & Labour’s Day : 30 April’09

pekerja-atmosfir-tipis-1

Dikutip dari tulisan Moch Satrio Welang pada http://baliartetalase.blogdrive.com/archive/30.html

Sebuah lumbung kesenian telah lahir sepertinya. Forrest Club – Suicide Glam ( depan TVRI Renon) bermetamorphosis menjadi tempat kongkow asyik, para seniman baik musik maupun sastra berpadu dalam balutan suasana art, literature and music. Sebuah harmonisasi dasyat untuk sebuah taste kaum urban yang begitu kental.

Acara yang bertajuk Malam Musikalisasi Puisi Pekerja dan Atmosfir Tipis berlangsung ramai. Tampil para penyair penyair muda Bali, sebut saja Pranita Dewi, Moch Satrio Welang, Achmad Obe Marzuki, Inne Meriyanti, juga tampil di meriahkan oleh Bali Hiphop Community, Teater Angin, Sanggar Barak, Greenville Band,  Igo Ed Eddy and Residivis , Wena Pesaji dan juga band Dialog Dini Hari. wena

Kilasan aksi panggung Moch Satrio Welang sempat mencuri perhatian saat tampil menggunakan BEHA sebagai simbol penindasan kepada perempuan bersama tokoh pelacur yang diperankan Larasati Devi saat membacakan puisi Para Pelacur Kota Jakarta ( WS. Rendra) yang sebelumnya bersama Linda Ayu Darmurtika membawakan puisi Rekonstruksi Marsinah ( Hasymi Ibrahim) penampilan ini juga didukung Igen – Icum Greenville saat adegan lagu Bento karya Iwan Fals yang sesuai dengan tema Pekerja dan Atmosfir Tipis.

Pranita, yang tampil diiringi musik oleh Igo Blado, membacakan salah satu puisi Chairil Anwar yang tentunya langsung membius mata penonton. Juga tampil Wena – Penyanyi Sakit Jiwai ( Negara) yang memperlihatkan kelasnya dengan tampilan yang sungguh memukau dan menghipnotik lewat syair syair indah.

Igo Ed Eddy and Residivis juga tampil prima, walau tampil solo, karena mendadak ibu dari personilnya yang lain masuk rumah sakit. Tapi Igo memberikan suaranya untuk memeriahkan suasana pesta puisi tersebut. Dukungan dari kalangan hiphop community diwujudkan dalam penampilan spontan Dedi Kristian cs yang mendadak juga diiringi anak anak Teater Angin yang sebelumnya telah tampil pembuka, dan dilanjutkan sajian dari Sanggar Barak dalam pentas mereka yang membuat para wanita berfantasi dalam alunan puisi girls

Dialog Dini Hari, menjadi Gong dasyat penutup acara, yang lagi lagi membuktikan kepiawain bang dadang cs dalam bermusik. Sungguh tak bisa diragukan lagi, hampir empat kali mereka mengatakan ‘ Oke this is the last song, Very VERY VERY last”

Igo selaku Event Manager mengaku takjub dengan antusias teman teman yang mendukung suksesnya acara ini, dan harapan bahwa acara ini akan diadakan secara reguler, semakin mengkristal ( semoga )

Acara ini tak hanya memberi ruang para penyair, musisi dan pekerja seni lainnya unjuk gigi, tapi juga digelar soft promo buku puisi Keranda Emas, 21 penulis muda Bali, terbitan Youth Corner publisher. Beberapa penulis dalam buku tersebut juga hadir dalam acara tersebut seperti Hendra Utay, Arya Lesmana, Dwi Putri Rejeki, Dwitra J Ariana, dan tentunya Pranita Dewi, Moch Satrio Welang, Achmad Obe Marzuki yang juga tampil. Sayangnya komunitas Sahaja ( Purnama, Sudiani dan Rastiti) yang juga masuk dalam buku tersebut berhalangan hadir karena tengah sibuk mempersiapkan pesta kesusastraan Radar Bali Literary Award 2009 pada 18 – 20 Mei nanti.

Posted in book club, meeting/gathering, music | Tagged: , , | No Comments
0

Forresters Sundaze : 22 April’09

In fact, it was our grand opening…. and it was a wonderful Sunday….

3399169394_f89dde6663_m

Madmade brought his specialty of Ribs and Chicken BBQ, umm yummy… Jazz Fire was in his mood entertaining us with his stunning talent: the fire-dance…fire dance

And then, two music talents grabbed the mike as night falls:

the Rooster – Fitra & friends,

Patrick the Bastard –  it was their first gig!patrick the bastard

followed by their seniors:

Alfa Jerk – a new band formation of Made & Gembul Navicula with their star singer from our neighbouring country

de Buntu – with the ‘yodeleihihuuu’….. made everybody laugh and love their unique performance de buntu

ZIO – yes, the same gorgeous Zio of Dialog Dini Hari

n1271786255_30366666_3278951

Dialog Dini Hari – Dadang, Zio & Denny … (they are in fact the host as well), who cheered the night

n539924568_2232468_678699

and our guest rock star from Belgium: Made Jay, he swell with his play by midnite on the silver guitar….

Thank you very much, all… for the great support… especially ANTIDA for the great sound and Dadang for being a good MC and host …. see u again, soon!

Posted in music, party | Tagged: , , , | No Comments