• Kami kembali, dengan kegiatan-kegiatan baru. Tunggu kabarnya segera. We are back. Stay tuned!

0

Book Launching: “Gay Archipelago: Seksualitas dan Bangsa di Indonesia”, 10 August’09

gay-archipelago-tom-boellstroffBERITA PERS

Oleh: PW Rudolf

Selasa, 11 Agustus 2009

Buku ini bukan novel atau cerita perjalanan ataupun ekspose kehidupan malam gila orang elit. Jangan berharap untuk membaca cerita erotis di tempat-tempat pijat, spa dan sebagainya dari buku Tom Boellstroff yang berjudul Gay Archipelago: Seksualitas dan Bangsa di Indonesia yang Senin, 10 Agustus 2009 kemarin baru saja diluncurkan dalam versi terjemahan bahasa Indonesia di forrestClub, Renon (Denpasar) sebagai rangkaian acara Q Film Festival yang berlangsung dari tanggal 7 – 13 Agustus 2009. Dalam acara ini sang penulis sendiri hadir sebagai pembicara ditemani pembicara tamu ternama, Dédé Oetomo dari Gaya Nusantara dan dimoderasi Dimas Hary dari Q Film Festival. Versi asli buku ini (bahasa Inggris) telah empat tahun yang silam diterbitkan secara umum.

Buku Tom bisa dibaca tidak hanya oleh para antropolog namun juga masyarakat awam yang ingin mengetahui tentang studi antropologis tentang kebudayaan dan kehidupan sehari-hari orang gay Indonesia. Tom Boellstorff adalah Profesor bidang Antropologi dari University of California (Irvine) dan Editor-in-Chief Jurnal Antropologi Amerika. Sang penulis asal Amerika ini dibesarkan di Nebraska, sebuah negara bagian di Amerika Serikat dimana disana jarang, ungkap Tom, bisa mendapatkan kesempatan menemukan cara hidup lain.

Buku ini tidak ditulis begitu saja, namun melalui sebuah penelitian yang ekstensif selama bertahun-tahun, pada tahun 1995, 1997-1998, 2000 dan sesudahnya. Tom pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1992 dan bekerja-sama dengan beberapa kelompok/yayasan sebagai pelatih petugas outreach di bidang HIV/AIDS. Penelitian Tom merupakan penelitian etnografik yang dilakukan di Surabaya, Makassar, Bali dan beberapa kota lainnya di Indonesia yang berdasarkan “participant observation” (ikut serta dalam kegiatan sehari-hari dan mengamati kegiatan tersebut) ditambah dengan wawancara, penelitian sejarah, kelompok diskusi dan sebagainya. Hasil penelitian ini dibuatkan beberapa makalah dan dua buku, yakni The Gay Archipelago: Sexuality and Nation in Indonesia (2005) dan A Coincidence of Desires: Anthropology, Queer Studies, Indonesia (2007, yang belum diterjemahkan) yang diterbitkan Duke University Press.

Harapan Tom adalah agar terjemahan ini mendukung topik LGBT makin lama makin dianggap hal wajar untuk dibahas dan dijadikan topik penelitian dan semoga terjemahan ini menarik dan berguna pada sekian orang non-antropolog.

Tentang Q Film Festival

Q Film Festival telah diadakan sejak tahun 2002 dan merupakan acara pertama di Indonesia yang mendukung interaksi, mengedukasi masyarakat dan mainstream tentang isu-isu seputar homoseksualitas melalui bahasa visual dan sarana mainstream lainnya. Tujuan daripada festival ini adalah untuk membangun kekuatan politik yang lebih bersatu untuk mengadvokasi toleransi terhadap keragaman seksual. Festival ini sendiri berupaya untuk membuat perubahan melalui sebuah pendekatan budaya yang baru.

Setelah berkembang selama lebih dari enam tahun, QFF sekarang berkembang ke lima wilayah berbeda yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bali, dan telah menjadi festival film tersukses di jenisnya di Asia. Salah satu titik tolak paling fundamental adalah ketika penghargaan dari Film Festival Berlin, Teddy Awards, diberikan kepada QFF, dan mereka setuju mengafiliasikan QFF pada tahun 2006. Sekarang, Q Film Festival sah menjadi program “Teddy Award on Tour” dan juga diakui menjadi salah satu sirkuit festival film internasional.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan klik:
http://qfilmfestival.org

Tentang forrestClub

forrestClub adalah klub baru di pusat kota Denpasar, Renon, yang ditujukan bagi warga yang berbudaya, untuk ‘deep-hanging out’ (bersantai memikirkan hal-hal berat) dan ‘light hanging-out’ (bersenang-senang saja seperti: main musik, nonton film bareng dan sebagainya) dengan fasilitas pendukung, wi-fi gratis dan perpustakaan kecil. Disini beberapa komunitas sering berkumpul, terutama komunitas musik, sastra dan film.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan klik:
http://forrestclub.krishnalila.org

Posted in book club | Tagged: , | No Comments